KEPALA SUBBAGIAN HUMAS DAN TATA USAHA PERWAKILAN BALI HADIRI UNDANGAN DIALOG KEBANGSAAN “PEMBANGUNAN SDM MEMPERKUAT PONDASI KEBANGKITAN NASIONAL DI ERA DIGITAL”

17/05/2018 – 14:30

Denpasar, 16 Mei 2018 – Dalam memperingati hari Kebangkitan Nasional yang ke-110 tahun, Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfos) Provinsi Bali menyelenggarakan dialog kebangsaan dengan tema “Pembangunan Sumber Daya Manusia Memperkuat Pondasi Kebangkitan Nasional di Era Digital”. Tema ini sangat sangat relevan dengan situasi dan kondisi yang sedang dihadapi saat ini utamanya bila dikaitkan dengan perkembangan era digital atau perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat. Kegiatan dialog yang dilaksanakan di Auditorium Kantor Dinas Kominfos tersebut mengundang Kepala Kodam IX Udayana yang diwakili Danrem 163/WSA, Kolonel I Gede Widiana SH, M.Tr, sebagai narasumber dengan dialog “Penataan Teritorial dalam mengawal NKRI”, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang diwakili oleh Wakil Ketua FKUB, I Gede Nurjaya, membawakan dialog “Kebhinekaan dalam menjaga NKRI”, dan Ketua PWI Bali, IGMB Dwikora Putra, menjelaskan tentang “Peran Media dalam menjaga keutuhan NKRI”

Kegiatan dialog dibuka oleh Kepala Dinas Kominfos Provinsi Bali, Ir. I Nyoman Sujaya, MT. Kegiatan dihadiri oleh para Kepala Dinas Kominfo se-Bali atau yang mewakili, para Kabag Humas dan Protokol se-Bali, Humas pada instansi vertikal se-Bali termasuk Kepala Subbagian Humas dan TU BPK Perwakilan Provinsi Bali, Ida Ayu Putu Risnawati, dan pimpinan media se-Bali. Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kominfos menyampaikan kemajuan dunia teknologi informasi dapat memberikan dampak yang sangat positif dengan segala kemudahan dan akses informasi, tapi di sisi lain juga memberikan dampak negatif salah satunya adalah masuknya kebudayaan dan nilai-nilai baru yang di satu sisi apabila kita tidak waspada dan berhati-hati justru dapat merusak bahkan menghancurkan nilai-nilai kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena era digital sifatnya sangat borderless, melepas ruang sekat batasan negara sehingga penyebaran informasi berkaitan dengat ideologi yang tidak sesuai dengan kondisi dan ideologi Negara Republik Pancasila dapat mengganggu ketentraman kehidupan berbangsa dan bernegara. Antisipasi atas hal tersebut menjadi tanggung jawab kita bersama dan memerlukan usaha yang dilakukan secara berkesinambungan serta bersinergi dengan seluruh elemen masyarakat dalam menumbuhkembangkan rasa nasionalisme cinta tanah air dengan menggunakan berbagai media salah satunya melalui perbincangan di ruang publik seperti dialog kebangsaan.

Dalam diskusi yang dipandu oleh Drs. Ida Bagus Ketut Agung Ludra, Kepala Seksi Peningkatan Kualitas Sarana Komunikasi Diskominfos Provinsi Bali, melalui dialog ini diharapkan tercapai pemahaman bersama akan pentingnya nilai-nilai kebangkitan nasional untuk menangkal masuknya nilai-nilai yang bertentangan dengan budaya Indonesia dan dapat melemahkan sendi-sendi demokrasi yang Pancasila dan UUD 1945.

Di akhir acara diadakan deklarasi hari kebangkitan nasional oleh Kadis Kominfos beserta narasumber dan undangan terkait dalam menggelorakan hari kebangkitan nasional. Isi Deklarasi tersebut ialah :

  1. Menjunjung tinggi ideologi Pancasila, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika;
  2. Menjaga persatuan dan kesatuan dalam bingkai NKRI; dan
  3. Merawat dan memperkuat sikap toleransi, gotong royong, serta musyawarah mufakat.

Kesimpulan dalam dialog ini kemajuan era seperti sekarang ini ialah keniscayaan dan ini seharusnya menjadi maanfaat bagi masyarakat dan Negara agar bisa berkembang lebik baik. (AW)